Beranda Radar News

Konferensi HAM di Kemas Menjadi Human cities

96
0
BERBAGI
Jakarta
Dalam Konferensi pers yang diadakan di Jalan Raya Cikini Menteng Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017), menuju konferensi nasional kabupaten/kota Hak Azasi Manusia (HAM) yang di kemas menjadi konferensi human cities.
Konferensi human rights cities yang di laksanakan oleh Infid dan KSP ini sudah berlangsung kali ke-4. “Sudah empat kali konferensi ini di laksanakan, dan yang ke empat ini ada di jakarta,” ucap Komisioner Komnas HAM.
Bupati lamtim Chusnunia Chalim menjadi salah satu pemateri, selain itu pemateri berasal dari deputi V kantor staf presiden (KSP), komnas HAM dan Internasional NGO Forum On Indonesian Development (Infid).
Mba Nunik sapaan akrab bupati wanita pertama di provinsi lampung itu mengatakan, dalam konferensi ini mengambil tema intoleransi, pemda lamtim dalam hal memberikan pelayanan tidak pernah membeda-bedakan kepada masyarakat, pemda lamtim memberikan keadilan yang sama bagi masyarakat dan 2016 pemda lamtim di dampingi oleh Infid Perbup kabupaten ramah HAM secara spesifik tentang perlindungan untuk anak.
“Pemda lamtim juga sudah melakukan MoU dengan Komnas HAM, pemda lamtim dari permulaan pembahasan anggaran dan perencanaan anggaran selalu melibatkan masyarakat, dan pemda lamtim seminggu sekali ada program nemui nyimah setiap hari kamis, dan ada call center, bisa via telepon, sms dan wa, lalu kita perluas melalui Instagram, FB dan twitter,” kata bupati lamtim Chusnunia Chalim.
“Kata kunci kepada publik ketika pemerintah menjalankan fungsinya untuk melayani masyarakat salah satunya adalah menjaga intoleransi,” tambah mba nunik sapaan akrabnya.
Menurutnya, Pemda lamtim banyak melakukan kegiatan yang mencegah intoleransi, karena kabupaten lamtim menurut data ada 13 aliran yang bisa mengakibatkan intoleransi, dan pemda lamtim sudah peta di wilayah yang diindikasi memiliki intoleransi maka pemda lamtim melakukan kegiatan di wilayah tersebut.
“Dimana ada basis kegiatan intoleransi kami adakan kegiatan di wilayah tersebut,” katanya.
Perwakilan dari deputi V KSP wahyu menuturkan, konferensi ini di laksanakan bertujuan untuk pemda agar memajukan HAM, karena pemda merupakan perwakilan pemerintah pusat yang paling dekat dengan masyarakat, dan pemda inilah yang mengetahui dinamika di masyarakat.
“Melaui konferensi ini diharapkan pemda turut mendukung dan me eleminir potensi intoleransi melalui program-program kegiatan di daerah,” ktuturnya.
Ia menjelaskan, peran pemda begitu penting dalam menjaga toleransi antar umat beragama dan antar golongan, dan melaui kriteria tertentu kabupaten kota menjadi kabupaten/kota peduli ham salah satunya kabupaten lampung timur setwlah melalui proses penilaian.
Sugeng perwakilan Infid mengatakan, konferensi yang akan di laksanakan pada 6-7 desember direncanakan akan di ikuti 150 kabupaten/kota. Konferensi ini di adakan tentang intoleransi salah satunya menampilkan contoh kabupaten pioner seperti kabupaten lamtim yang menjadi kabupaten ramah HAM. “Dalam konferensi ini nanti ada semacam deklarasi komitmen dari kepala saerah kabupaten/kota dan jika diperlukan kita akan adakan regulasi baru untuk kabupaten ramah HAM. Jadi orang miskin apa kaya ataukah dia minoritas dan mayoritas tidak ada pembedaan, insya alloh acara konferensi nantinya akan di buka presiden dan beberapa menteri,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here