Beranda Radar News

Festival Baca Purbolinggo Dihadiri Ribuan Peserta

149
0
BERBAGI

 

 

PURBOLINGGO – Festival Membaca Lamtim di Lapangan Purbolinggo, dihadiri ribuan pengunjung. Acara yang digelar di hari ini, Sabtu (22/17) sekaligus termasuk agenda Kalender Pariwisata Pemkab Lamtim.

 

 

Jumlah peserta dari setiap kegiatan dikisar antara lain, jalan sehat 2500 orang, festival budaya 1000 orang, tari bedana dengan mengikutsertakan 2000 orang, lomba mewarnai yang diikuti 300 orang, serta lomba bercerita dari 24 kecamatan se-Lamtim.

 

 

Hadir juga pada acara Festival Membaca 2017 tersebut, Kapolres, AKBP Yudi Chandra Erlianto, S.I.K., Dandim 0411/LT, Letkol. Inf. Jajang Kurniawan, Pabung 0411/LT, Mayor Inf. Joko Subroto, Ketua DPRD, Ali Johan Arif, Wabup, Zaiful Bokhari, Sekdakab Lamtim, Syahrudin Putera,  Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Drs. Mulyanda yang juga leading sector pelaksana festival.

 

 

Menurut Mulyanda diadakan festivalbini agar masyarakat terbiasa membaca, selain menambah wawasan juga ilmu.”Sehingga masyarakat Lampung Timur kedepan dapat menjadi cerdas, terbuka dan mempunyai wawasan yang luas,” tuturnya.

 

Chusnunia Chalim juga menyampaikan ajakannya menjadi orang tua asuh bagi anak yang tidak mampu, dirinya juga menyampaikan keprihatinannya masih adanya orang tua yang mengeksploitasi anak dan menjadikan sebagai komoditas berpolitik.

 

 

Sambungnya, “selain budaya baca, saya sampaikan pada semuanya, anak-anak kita tidak semuanya berkesempatan sekolah, masih banyak anak anak Lampung Timur mungkin yatim piatu, mungkin yatim, atau mungkin orang tuanya tak mampu memberikan fasilitas semestinya. Untuk itu, saya mengetuk kepada bapak-ibu sekalian yang terutama berkemampuan lebih, untuk menyisihkan sebagian rezekinya. Kita berharap di Lampung Timur ini ada gerakan orang tua asuh,” ajaknya.

 

 

Masih menurut Chusnunia, “minggu ini saya, selain anak saya satu yang sudah ada, saya menambah anak satu lagi yatim piatu dari Melinting, jadi jangan di demo,” ungkap perempuan yang akrab dipanggil Mbak Nunik tersebut.

 

 

“Kalau ada orang tua yang melantarkan anak, itu yang harus kita pertanyakan. Kalau ada dari kita yang mengurus anak, merawat anak, itu yang harus kita galakkan, dan kita jalankan,” imbuhnya.

 

 

Dirinya berharap tidak ada pihak yang melibatkan anak-anak untuk kepentingan berpolitik apapun bentuknya, “dzolim itu namanya, jangan pernah jadi orang dzolim,” tutupnya. (ris/suf)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here